Vertical Garden Menambah Estetika Kota

Permasalahan-permasalahan lingkungan banyak yang belum terselesaikan. Salah satunya adalah masalah polusi udara di kota-kota metropolitan seperti Jakarta. Penyumbang polusi udara terbesar di kota metropolitan adalah asap karbon dari kendaraan-kendaraan yang menyebabkan udara sekitar menjadi panas atau sumpek. Khususnya di Jakarta yang sedang melakukan banyak pembangunan, polusi udara semakin meningkat karena adanya emisi gas buang dari kendaraan proyek.

Memperhatikan permasalahan itu, penulis menyarankan penggunaan pilar-pilar penyangga jalan layang menjadi lahan untuk membuat vertical garden (taman vertical). Hal ini bisa meningkatkan kualitas udara di kota Jakarta sekaligus menambahkan estetika kota. Proyek ini sudah dilakukan di kota-kota besar seperti Meksiko, Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Prancis.

VERTICAL GARDEN

Sumber : Internet

Taman vertikal ini akan memproduksi oksigen untuk lebih dari 25,000 orang tiap tahunnya dan menyerap lebih dari 27,000 ton gas-gas berbahaya yang terkandung dalam asap kendaraan seperti CO, CO­­2, NOX. Dan juga menangkap 5,000 Kg debu-debu yang berterbangan di jalanan. Dan untuk penyiraman, taman vertikal ini hanya memanfaatkan air hujan untuk menghidupi lebih dari lima ribu tanaman dan kebetulan Indonesia merupakan negara tropis yang punya curah hujan cukup baik. Selain itu pengairan dapat juga dilakukan dengan menggunakan gray water yang sebelumnya telah diolah, sehingga proyek ini tidak akan menggunakan setetes-pun air bersih. Kualitas udara akan meningkat drastis, polusi akibat debu dan asap akan menurun. Langit kota Jakarta akan menjadi cerah kembali, secerah langit saat libur lebaran dimana mobil-mobil sedikit yang beroperasi di Jakarta.

Untuk penanaman taman vertikal ini, kita harus mengembangkan jenis tanaman yang dapat tumbuh di tanah buatan yang terbuat dari cacahan plastik yang punya kepadatan seperti tanah. Sehingga hal ini juga dapat mengurangi sampah plastik yang masih menjadi topik dari Earth Day. Ditambah lagi, hal ini dapat mengurangi stress yang terjadi karena kemacetan yang mungkin terjadi dan menambah kontak manusia dengan alam. Karena menurut penelitian, kontak manusia dengan alam dapat menurunkan tingkat stress. Sehingga diharapkan angka kecelakaan juga dapat menurun.

Oleh :

Laurensius Marcell

Universiyas Trisakti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »