Tabungan Air

Fenomena global warming atau pemanasan global membawa pengaruh yang luar biasa terhadap iklim global, salah satu pengaruhnya adalah meningkatnya curah hujan serta intensitas hujan. Hal itu bertolak belakang dengan kondisi lingkungan kita saat ini. Saat ini semakin banyak tanah yang tidak mampu lagi menyerap air dengan baik dan kesuburannya menurun drastis. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal yakni; rusaknya struktur tanah akibat pencemaran, betonisasi, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dan pengolahan tanah yang kurang tepat. Ruang terbuka hijau di perkotaan dan hutan kian hari juga kian berkurang luasnya bahkan ada beberapa wilayah hutan yang terancam punah. Padahal seperti yang kita ketahui RTH (Ruang Terbuka Hijau) perannya sangat penting untuk proses infiltrasi sehingga nilai run off tidak terlalu tinggi.

Dampak yang dapat timbul dari permasalah diatas adalah terjadinya banjir dan genangan air, keseuburan tanah menurun drastis karena berkurangnya unsur hara dan organik, serta tersumbatnya biopori tanah yang berfungsi sebagai pensuplai oksigen.

Salah satu solusi untuk permasalah ini adalah dengan membuat Lubang Resapan Biopori. LRB adalah lubang yang dibuat secara vertikal dengan diameter 4 inci dan kedalaman 1 s/d 1,2 M.

Pembuatan LRB dimaksudkan untuk  merangsang terjadinya jaringan rongga-rongga yang terbentuk karena adanya kehidupan mikroorganisme didalam tanah seperti cacing, rayap, dll. Dengan adanya jaringan biopori selain akan meningkatkan daya serap tanah terhadap air, juga akan menyuburkan tanah karena banyaknya aliran oksigen dan mempercepat produksi unsur organik dalam tanah seperti humus, yang sangat di butuhkan tanaman untuk tumbuuh produktif.

LRB bukan hanya dapat dibuat di tanah terbuka seperti di halaman atau taman, LRB juga dapat di buat di atas halaman bersemen, paving block, bak kontrol, bahkan disaluran air, dengan catatan mulut lubang harus diperkuat. Selain itu LRB juga dapat menghasilkan pupuk organik dengan cara mengisi lubang tersebut dengan sampah organik, dalam waktu 1-2 bulan sampah itu akan menjadi kompos organik.

 

Pembuatannya yang sangat mudah dan bisa di buat di berbagai macam lokasi membuat LRB solusi yang tepat untuk mengatasi ataupun mengurangi permasalahan lingkungan terkait hal diatas.

 

Kontributor :

STEVIE ALFIAN RIZKI

UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAYA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »