Dampak Climate Change menurut yang berkaitan dengan Teknik Lingkungan

Dampak Climate Change menurut   yang berkaitan dengan Teknik Lingkungan

  1. Dampak dari peningkatan suhu bumi.

Suhu bumi yang meningkat berdampak langsung terhadap kehidupan manusia seperti peningkatan konsumsi energi, evaporasi berlebihan yang menyebabkan ketersediaan air sangat terbatas dan serangan wabah penyakit seperti demam berdarah, malaria, diare serta gangguan pernapasan disebabkan meningkatnya kabut asap karena kebakaran hutan.

  1. Dampak dari perubahan curah hujan.

Intensitas curah hujan yang tidak stabil memengaruhi terjadinya perubahan iklim. Intensitas curah hujan meningkat dapat mengakibatkan banjir atau longsor dan intensitas curah hujan menurun bisa berdampak pada kekeringan, kebakaran hutan dan penurunan ketersediaan air.

  1. Dampak dari kenaikan suhu dan tinggi muka laut .

Kenaikan suhu permukaan laut dapat merusak terumbu karang, mengubah arus laut yang berakibat pada pola migrasi ikan di laut yang berdampak pada penghasilan nelayan, meluasnya genangan air laut serta abrasi di wilayah pesisir.

  1. Dampak dari peningkatan kejadian iklim dan cuaca ekstrim

Dampak yang terjadi secara tidak langsung seperti hilangnya beberapa jasa lingkungan di lingkup sektor pertanian, perikanan, kelautan dan kesehatan. Contoh pada sektor pertanian berkurangnya populasi hewan penyerbuk tanaman.

  1. Dampak dari limbah rumah tangga.

Penumpukan sampah organik maupun anorganik terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Sampah yang melapuk menghasilkan gas CH4 dan gas CO2 lepas ke udara yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca (Hairiah et.al, 2016).

 

Pengendalian Climate Change menurut yang berkaitan dengan Teknik Lingkungan

  1. Adaptasi merupakan upaya dalam menghadapi efek dari perubahan iklim, dengan melakukan penyesuaian yang tepat seperti upaya untuk mengurangi pengaruh merugikan dari perubahan iklim, atau memanfaatkan pengaruh positif nya.

Contoh kasus adaptasi  menurut Hairiah et.al, 2016 yaitu terjadi krisis pangan di dua desa Kecamatan Tanjung Lokang, Kalimantan Barat pada 2006, diduga karena produksi pertanian menurun bahkan mengalami gagal panen sehingga produksi beras menurun hingga 70% dari produksi sebelumnya. Akibatnya petani lebih berfokus untuk memperbaiki produksi getah pohon karet guna menutup biaya membeli beras.

  1. Mitigasi adalah segala upaya yang dilakukan untuk mengendalikan penyebab terjadinya perubahan iklim (emisi GRK), yaitu dengan menyerap CO2 di udara dan menyimpannya dalam tanaman dan tanah baik dalam ekosistem hutan maupun pertanian dalam jangka waktu yang lama, misalnya sistem kebun campuran (agroforestri) dan pengujian yang dilakukan oleh Daniyati al, 2012 yaitu membuat desain Closed photobioreactor memanfaatkan mikroalga Chlorella Vulgaris sebagai reaktor penghasil O2 yang mampu mengatasi emisi CO2.

 

Aksi baik untuk mengurangi pemanasan global

  1. Melakukan penghematan listrik.

Pemanasan global dapat direduksi dengan cara menghemat penggunaan listrik karena dapat mengurangi kadar CO2 yang dihasilkan dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil

  1. Menggunakan energi alternatif.

Peggunaan energi alternatif seperti energi yang dikeluarkan oleh sinar matahari, air dan angin dapat menjadi solusi dalam mengurangi pemanasan global

  1. Reduce, Reuse, Recycle.

Pemanasan global dapat dikurangi dengan cara mengurangi sampah sekali pakai seperti tissu atau plastik. Kemudian memanfaatkan kembali barang yang tidak terpakai dan dapat mendaur ulang sampah agar menjadi barang yang bermanfaat

  1. Menggunakan produk ramah lingkungan.

Pemanasan global dapat direduksi dengan cara menggunakan produk ramah lingkungan atau tidak menggunakan produk sekali pakai buang seperti plastik. Contoh penggunaan produk ramah lingkungan seperti mengganti plastik dengan keranjang untuk berbelanja atau mengganti sedotan plastik dengan sedotan kaca untuk minum.

 

Daftar Pustaka

Daniyati et al. 2012. Desain Closed Photobioreaktor Chlorella Vulgaris Sebagai Mitigasi Emisi CO2. Jurnal Sains dan Seni. 1: 1-5.

Hairiah et al. 2016. Perubahan Iklim:Sebab dan Dampaknya Terhadap Kehidupan. Malang: ICRAF dan UB.

Kontributor : Nazla Rahmatina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »