AMPAS KOPI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF RAMAH LINGKUNGAN

Krisis energi dan lingkungan akhir-akhir ini menjadi isu global. Pembakaran BBM dan batubara menghasilkan pencemaran lingkungan dan CO2 yang mengakibatkan pemanasan global. Pemanasan global dapat ditandai dengan perubahan iklim, kekeringan, banjir, dll. Maka untuk menyelesaikan masalah itu diperlukan suatu terobosan dan pembaharuan dalam hal pemakaian energi, yaitu pemakaian energy alternative pengganti bahan bakar fosil. Pemakaian energi alternatif yang ramah lingkungan ini pun dapat membantu dalam pencegahan pemanasan global dibanding energi fosil yang mampu merusak lingkungan. Indonesia yang luas wilayahnya membentang dari Sabang hingga Merauke menyediakan banyak potensi-potensi energy alternatif yang mampu dikembangkan.(Jasa, 2010)

Minyak diesel (solar) merupakan salah satu BBM yang memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Biodiesel adalah bahan bakar diesel alternatif yang terbuat dari sumber daya hayati terbarukan seperti minyak nabati atau lemak hewani. Pinto dkk., (2005) dalam Mutriningrum dan Firdaus mendefinisikan biodiesel sebagai metil ester yang diproduksi dari minyak tumbuhan atau lemak hewan dan memenuhi kualitas untuk digunakan sebagai bahan bakar dalam mesin diesel. Biodiesel memiliki berbagai kelebihan dibandingkan petrodiesel, baik sebagai campuran dengan petrodiesel maupun sebagai bahan bakar murni. Keunggulan biodiesel sebagai bahan bakar antara lain diproduksi dari bahan baku yang dapat diperbaharui, dapat digunakan pada kebanyakan mesin diesel tanpa modifikasi. Biodiesel bersifat lebih ramah lingkungan karena dapat terurai di alam, non toksik, efisiensi tinggi, emisi buang kecil, serta kandungan sulfur dan aromatik rendah.

Kopi adalah salah satu potensi kekayaan alam Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber biodiesel. Bagian dari tanaman kopi yang potensial untuk dijadikan bahan baku biodiesel setelah melalui pengujian secara psiko-kimia adalah biji kopi dan ampas kopi. Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono-alkyl ester dari rantai panjang asam lemak yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar mesin diesel yang terbuat dari sumber terbaharui. Biodiesel bersifat biodegradable dan mengandung sulfur.  Minyak biji kopi jenis arabika yang menjadi limbah cukup potensial untuk dijadikan bahan baku biodesel. Di dalam minyak kopi terkandung komponen utama trigliserida sebesar 81,3 %. Sebanyak 0.2-0.3% kadar lemak total pada kopi terdapat pada lapiran pelindung biji. Asam lemak pada lapisan lilin berbeda dari minyak kopi. Pada lapisan lilin terdapat asam lemak 5-hidroksitriptamida dari asam palmitat, arachidat, behenat dan lignoserat. Pada minyak kopi terdapat trigliserida dengan asam lemak linoleat (40-45%), asam palmitat (30-35%). Pada ester diterpen terdapat asam palmitat (40-45%) dan asam linoleat (26%). Kadar asam lemak bebas robusta lebih tinggi daripada arabika. Lemak dan turunannya pada biji kopi antara lain trigliserida, asam lemak bebas, ester diterpen, diterpen bebas, triterpen, sterol, ester-ester sterol, tokoferol, fosfatida serta 5-hydroksitryptamida dan turunannya. Peningkatan asam lemak bebas selama penyimpanan menyebabkan kopi menjadi berbau tengik. Diterpen pada biji kopi antara lain safestol, kahweol, dan 16-0-methilcofestol. Kahweol sedikit sekali terdapat pada kopi robusta, sedangkan pada kopi arabika sebesar 0,31%. 6-0-methilcofestol hanya terdapat pada kopi robusta antara 0,07- 0,15%. Rasio kafestol:kahweol pada kopi arabika antara 40:60-70:30, sedangkan pada kopi robusta tidak terdapat atau sedikit sekali terdapat kahweol. Minyak biji kopi rusak diketahui memiliki kadar asam lemak bebas (FFA) lebih besar dari 5%. (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian).

Menurut Sibolon (2013) Berikut manfaat yang didapat dari pengolahan biji kopi menjadi bahan bakar alternatif:

1. Segi Ekonomis

Sesuai data yang dijelaskan pada bab pendahuluan bahwa tujuan pemanfaatan bricket yaitu untuk perusahaan sendiri untuk menekan biaya produksi dan untuk usaha kecil – menegah sebagai suatu peluang usaha.

2. Bagi Perusahaa

Dengan produksi limbah sebesar 340 ton/bulan sudah mengahsilkan bahan bakar sebanyak 55% dari total batubara yang dikonsu:msi tiap bulan. Bila diambil sampel bahan bakar dengan komposisi 50%-50% dan sisa 40 ton untuk pemanasan awal maka didapat pengurangan pengeluaran/bulan sebesar Rp 350.000.000,- Kerusakkan bag filter disini tidak hterjadi karena batubara yang dibakar dalam keadan padat dan akan terbakar habis bersama ampas kopi. Dan abu atau fly ash yang dihasilkan tidak akan sebanyak sebelum pemakaian limbah ampas kopi.

 3. Peluang usaha

Setelah dilihat dari total pengeluaran perhari limbah ampas kopi dalam 1 perusahaan saja sekitar 13,6 ton, hal ini sangat menguntungkan bila dapat memaksimalkan pengolahan dari bricket tersebut. Sangat diyakini bahwa perusahaan lain sebagai kompetitoe akan berusaha memproduksi produk yang sama sehingga kuantitas limbah yang dihasilkan akan semakin banyak.

 

Referensi

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2014. Ampas Kopi Sebagai Bahan Baku

Alternatif Biodiesel. Info The Perkebunan. Volume 6 Nomor 3

 

Jasa, Lie. 2010. MENGATASI KRISIS ENERGI DENGAN MEMANFAATKAN ALIRAN

PANGKUNG SEBAGAI SUMBER PEMBANGKIT LISTRIK ALTERNATIF

Vol. 182 9 No.2.

 

Murtiningrum dan Alfa Firdaus. PERKEMBANGAN BIODIESEL DI INDONESIA

TINJAUAN ATAS KONDISI SAAT INI, TEKNOLOGI PRODUKSI &

ANALISIS PROSPEKTIF. Jurnal PASTI Volume IX No 1, 35 – 45

 

Sibolon, Bella. Kartini Pakpakan. Siswarni MZ. 2013. KAJIAN PEMANFAATAN BIJI

KOPI (ARABIKA) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIODIESEL. Jurnal Teknik Kimia USU, Vol. 2, No. 3 (2013)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »