Aksi Baik Untuk Mengurangi Pemanasan Global

“Aduh, panas banget dunia, neraka bocor” What? Neraka bocor? Itulah yang dikatakan oleh beberapa teman penulis ketika melakukan perjalanan pada siang hari yang panas dan terik, sinar matahari layaknya pedang yang dihunuskan dan menusuk pakaian hingga masuk ke dalam kulit.

Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah benar neraka bocor? Tentu neraka tidak bocor, itu hanya kiasan yang dimaksudkan, bahwa betapa panasnya bumi pada siang hari di Indonesia. Sekali lagi, apa yang sebenarnya terjadi pada bumi tempat kita tinggal? Mengapa suhu bumi semakin panas? Inilah akibat dari pemanasan global yang terjadi pada bumi. Sejak kapan bumi mengalaminya? Bagaimana itu dapat terjadi? Apa saja dampak dari pemanasan global bagi bumi? Disini penulis akan mencoba untuk mengajak pembaca menelusuri jawaban dari pertanyaan tersebut dan menyerukan pembaca untuk ikut serta beraksi mengurangi pemanasan global.

Bermula pada era berkembangnya sektor industri abad ke-18, manusia semakin maju dengan berbagai teknologi yang mulai diproduksi secara massal. Ketika itu, teknologi diproduksi oleh suatu industri sebagai alat untuk memudahkan manusia dalam berkehidupan dengan membuat suatu produk, namun tanpa disadari, perkembangan sektor industri dan banyaknya suatu produk yang dibuat juga memberikan dampak serius bagi bumi, yaitu pemanasan global.

Banyaknya industri yang berdiri serta teknologi yang diproduksi dengan menghasilkan limbah udara, menyebabkan suhu bumi semakin meningkat. Limbah udara yang dihasilkan, seperti karbon dioksida, berperan sebagai emisi gas rumah kaca dan mengakibatkan terjadinya efek rumah kaca pada bumi. Apa itu efek rumah kaca? Bumi diumpamakan sebagai rumah kaca oleh Joseph Fourier pada abad-19, sinar matahari yang masuk ke bumi, terperangkap karena terhalang oleh atmosfer. Pada atmosfer juga terdapat gas seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), ozon (O3), nitrogen oksida (N2O), dan uap air (H2O), gas-gas tersebut berfungsi sebagai penahan panas matahari yang telah dipantulkan bumi, peristiwa itu yang dikenal sebagai efek rumah kaca. Pada hakikatnya, peristiwa tersebut merupakan siklus normal yang terjadi untuk menjaga suhu bumi tetap hangat. Akan tetapi, konsentrasi gas rumah kaca yang berlebih, karena tingginya konsentrasi limbah udara dari hasil pembuangan berbagai industri dan teknologi berbahan bakar fosil, memicu banyaknya panas matahari yang terperangkap pada atmosfer, hal ini membuat temparatur bumi semakin panas. Inilah mengapa pemanasan global dapat terjadi.

Kemudian, Apa saja kah dampak yang dapat diakibatkan oleh pemanasan global? Dampak yang paling besar akibat pemanasan global ialah perubahan iklim atau climate change. Temperatur bumi yang panas dan tidak wajar akan mengubah iklim di bumi. Hal ini mengakibatkan bertambahnya ketinggian air laut seiring mencairnya es pada kedua kutub. Pada belahan bumi lain, perubahan iklim dapat menyebabkan kekeringan.

Selain itu, pemanasan global juga menimbulkan penyakit pada makhluk hidup, seperti gangguan pernapasan, karena konsentrasi limbah udara yang sangat tinggi.

Lalu, langkah apa saja yang dapat kita lakukan dalam mengurangi pemanasan global? Dalam mengurangi pemanasan global, kita dapat memulainya dengan hal yang sepele, seperti mematikan lampu ketika tidak diperlukan, “Bagaimana bisa mematikan lampu dapat mengurangi masalah ini?” Energi listrik pada lampu akan menghasilkan penguapan yang bisa memperburuk dampak pemanasan global. Kita bisa melakukan gerakan hemat energi dengan menggunakan energi seperlunya saja.

Langkah selanjutnya untuk mengurangi pemanasan global adalah untuk tidak memakai kendaraan pribadi seperti mobil, motor, dan memulai menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta, dan sepeda sebagai kendaraan sehari-hari dalam bekerja dan melakukan perjalanan lainnya. Karbon dioksida dan gas berbahaya yang dihasilkan kendaraan dapat berkurang, jika volume kendaraan juga berkurang.

Langkah lain yang dapat kita lakukan, yaitu melakukan penghijauan. Cukup dengan memulai untuk menanam tumbuhan pada halaman rumah, kita sudah ikut berpartisipasi dalam membuat bumi menjadi lebih baik dan mengurangi pemanasan global akibat emisi gas karbon dioksida.

Langkah terakhir, mari kita kampanye! Kita hidup di bumi bersama-sama, bumi ini tempat tinggal kita bersama, ayo ajak semua orang untuk berjuang bersama menghadapi pemanasan global. Peringatkan mengenai bahayanya dampak yang akan terjadi jika pemanasan global terus terjadi dan sosialisasikan cara untuk mengurangi pemanasan global.

Dengan kesemua langkah tersebut, semoga kita dapat mengurangi pemanasan global yang terjadi pada bumi. Namun, tentu masalah mengenai pemanasan global ini tidak bisa diselesaikan dengan mudah, diperlukan kesadaran masing-masing individu untuk menjaga bumi dari terjadinya pemanasan global dan tidak sepantasnya kita sebagai manusia melakukan hal yang merusak bumi tempat di mana kita tinggal.
Oleh karena itu, mari kita rawat bumi menjadi lebih baik.

 

Daftar Pustaka

Ranveer, Ancil C. 2015. The Greenhouse Effect and Its Impacts on Environment. India: International Journal of Innovative Research and Creative Technology.

 

Kontributor :

Muhammad Farhan

Universitas Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »