Kerinduan, Lingkungan dan Kesadaran

Oleh : Yohanes Candra

Berbicara tentang lingkungan, mengingatkan saya kepada banyak hal tentang manusia dan usahanya dalam menjaga kelestarian lingkungannya. Kalau saya lihat dan amati, orang – orang di dunia semakin cinta dengan lingkungannya. Apalagi bagi mereka yang hidup di Indonesia. Saya secara pribadi telah melihat dan merasakan sendiri, bahwasanya kecintaan kepada lingkungan ini semakin meningkat. Yah, walaupun usia saya masih muda sekali, bila dibandingkan dengan 5 atau 10 tahun yang lalu, bisa dibilang kecintaan masyarakat terhadap lingkungan bertambah. kecintaan ini, bisa saya lihat dan rasakan dari berkembangnya suatu tren anak muda untuk merasakan indahnya alam yang bersih dan masih terawat.

Mudah saja untuk melihat, bila membuka suatu media sosial, banyak sekali para pemuda Indonesia mengunggahh foto mereka di gunung, pedesaan, pantai dan tempat – tempat lain yang lingkungannya masih asri dan terjaga, padahal, mereka adalah anak muda yang hidup di daerah kota yang notabene penuh dengan kelengkapan hidup. Kalau dipikir kembali, untuk apa mereka membuang uangnya untuk pergi jauh ke desa? Menghabiskan tenaga hanya untuk mendaki gunung? Menyusuri jalan raya dan rela bermacet ria untuk mengunjungi pantai? Bukankah dikota sendiri sudah ada banyak tempat hiburan? Penuh dengan fasilitas yang bisa membuat bahagia? Terdapat makanan yang enak? Internet cepat? Lalu mengapa mereka memilih pergi keluar dari sana dan pergi ketempat yang justru terpencil, tidak terjangkau sinyal, makanan susah didapat bahkan harus memasak sendiri? Apakah hanya untuk mencari kepopuleran di media sosial? Apakah hanya untuk sekedar pamer? Apakah menjadi sebuah kebanggaan? Mungkin.

[…]

Gebrakan Baru untuk Lingkungan

Oleh : Aprilia Widia Andini Gebrakan baru mengenai upaya perbaikan lingkungan datang dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Berkaca pada problematika nasional yang menempatkan Indonesia sebagai penyumbang sampah plastik ke laut nomer dua setelah China, pemerintah akhirnya mengambil inisiatif penting. Bersamaan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, pemerintah menetapkan kebijaksanaan baru dalam penggunaan kantong plastik. Read more about Gebrakan Baru untuk Lingkungan[…]

Sungai sebagai Sumber Peradaban

Oleh Muhammad Adil Setiyanto Suhodo

1 milenium yang lalu, berdirilah peradaban pertama di dunia yang dikenal dengan nama Peradaban

Mesopotamia. Mesopotamia ada pada Zaman Perunggu, yakni sekitar tahun 3300 – 750 sebelum

masehi dan apabila dilihat di zaman sekarang, terletak kurang lebih di kawasan Iraq, Syiria, dan

Kuwait. Mesopotamia juga merupakan tempat berdirinya kerajaan-kerajaan termaksur, seperti

Sumer, Babylonia, dan Assyirian.

Selain itu, Mesopotamia dilalui oleh dua sungai besar, yaitu Sungai Tigris dan Sungai Eufrat. Menurut

beberapa ahli sejarah, alasan utama Mesopotamia dipilih umat manusia sebagai peradaban pertama

dan dapat bertahan hingga kurang lebih 2500 tahun lamanya adalah berkat kedua sungai ini. Sistem

peraian sungai Tigris-Eufrat dijadikan masyarakatnya sebagai sumber air bersih, seperti untuk

minum, mandi, hingga bercocok tanam. […]

Optimalisasi Konsep Bangunan Hijau

Oleh Faizal Dio Pratama

Istilah Bangunan Hijau muncul seiring dengan maraknya isu Global Warming dan penggalakan program Pembangunan Berkelanjutan yang memiliki prinsip dapat memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhanterhadap kebutuhan generasi masa depan. Melihat dari prinsip tersebut, kita harus bisa untuk mengelola lingkungan dengan baik dan tetap menjaga kelestariannya.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan konsep bangunan hijau.
Bangunan Hijau adalah bangunan yang aspek pembangunannya memperhatikan kelestarian sumber daya alam dan hemat sumber daya sepanjang siklus hidup bangunan tersebut, mulai dari pemilihan tempat sampai desain, konstruksi, operasi, perawatan, renovasi, dan peruntuhan. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah mengeluarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 02/PRT/M/2015 tentang Bangunan Gedung Hijau untuk mendukung aksi pengurangan emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh pengelolaan bangunan gedung. Dalam peraturan tersebut Bangunan Gedung Hijau didefinisikan sebagai bangunan gedung yang memenuhi persyaratan bangunan gedung dan memiliki kinerja terukur secara signifikan dalam penghematan energi, air, dan sumber daya lainnya melalui penerapan prinsip bangunan gedung hijau sesuai dengan fungsi dan klasifikasi dalam setiap tahapan penyelenggaraan. Penerapan konsep bangunan hijau menjadi penting karena melihat dampak yang ditimbulkan dari pembangunan yang tidak memperhatikan konsep bangunan hijau terhadap lingkungan cukup besar. […]

Translate »